Oleh-oleh Dubes Tommy dari Singapura, Rumah Impian Talenta hingga Buron Indonesia



Kali ini Dubes RI untuk Singapura Suryopratomo bercerita seru soal Singapura kepada wartawan harian Kompas M Hilmi Faiq dan Sarie Febriane. Apa saja cerita serunya?

#indonesia
#singapore
#hariankompas

=====================================

Simak kumpulan video berita Harian Kompas: https://klik.kompas.id/videoberita

Info langganan Kompas.id dengan harga lebih hemat:
https://komp.as/AksesBerita

Subscribe Youtube Harian Kompas: https://www.youtube.com/@HarianKompasCetak

Ikuti media sosial Harian Kompas
Twitter: https://twitter.com/hariankompas​
Facebook: https://www.facebook.com/hariankompas
Instagram: https://www.instagram.com/hariankompas/

source

20 thoughts on “Oleh-oleh Dubes Tommy dari Singapura, Rumah Impian Talenta hingga Buron Indonesia”

  1. klo sdh lama hidup di Sg merasakan keamanan dan adil,begitu plg ke indo rasanya gak mau lama krn kenyamanan di Sg memang yg diiinginkan semua org.semua org dihargai dg keadilan yg sama.semua ikut peraturan dan dapat hak yg sama tanpa membeda”kan.

    Reply
  2. Singapura itu negara diktator, tidak boleh demo, tidak boleh asal protes. Tapi meritokrasi mereka jalan. Pejabat naik karena skill bukan kemampuan jilat atau nyogok kayak di Indonesia raya merdeka NKRI Pancasila harga mati. Om gemoy pengen keras kayak Lee Kwan Yew tapi ga sanggup menjalankan meritokrasi. Bukti nya kabinet zaken cuma omon omon

    Reply
  3. Sepertinya pak Tommy jd dubes dimasa era PDIP berkuasa, pasti ada hubungan antara PDIP dan Kompas, semua bisa saya tebak latar belakangnya. kl hanya cerita saja tentang sg sudah banyak dan kebetulan saya jg pernah kesana, harusnya cerita ini bukan hanya tentang kekaguman yg terlalu berlebih, lebih kepada membangun Indonesia dengan SDA yg berlimpah dan membangunnya seperti Sg. Begitu harusnya narasinya, kurangnya pengetahuan dan wawasan anda tentang ide bertransformasi dan mengambil hikmah dari anda di LN untuk kemajuan Indonesia.

    Reply
  4. Mau diceritakan sebagus apapun Sg. Saya tetap cinta Indonesia. Kakak saya pernah kerja di sana thn 2013 sampe 2018 utusan pemerintah daerah. Sg aslinya banyak buruknya, sedikit manisnya. Belum lagi perjudian, org SG datang ke Indonesia jd WNI 11 atau 12 tahun, mereka melakukan money laundry atau bisnis ilegal, transfer dana ke SG, ketahuan berbuat ilegal mereka ganti warga negara lagi kalo gak Sg atau Taiwan

    Reply
  5. Saya seorang pembantu tgl 19 maret nanti 23 tahun Alhamdulilah sudah pernah berjabat tangan sama mentri pertahanan di Paya lebar Airport dan waktu Presiden Tony Tan pernah makan Satu lestoran sama beliau ,beliau lewat di belakang kursi duduk saya Dan aku berfoto bersama Bpk/Ibu Dubes ini
    Mungkin kalo di Indonesia ga mungkin

    Reply
  6. Apa yang di ceritakan pak Dubes belum 💯 kebenarannya. Karena pak Dubes sendiri belum pernah mendengar curhatan dari warga asli Singapore. Kalau sudah mendengar pasti berbeda pandangannya tentang Singapore.

    Reply
  7. Org singapura pemikiran nya open ..kuat berkerja pemikiran nya profesional…gak seperti indonesia ..suka mengeitik …gak suka kalo negara org lain maju.. lihat aja di youtube.banyak bangat keritikan dari kebaikan .. justru itu gimana indonesia mahu maju…kerana pemikirannya cetek..sombong ..iri hati ..justru itu indonesia bisa jauh pertingalan.

    Reply

Leave a Comment